Wednesday, November 7, 2012

Setting NFS (Network File Sharing)



Dasar Teori

Dalam sistem file lokal Linux terdiri atas root, diikuti dengan direktori , files dan subdirektori. Sistem file dapat dikembangkan pada setiap partisi logical di harddisk, sehingga menjadi satu sistem file yang besar.
Melalui utilitas mount kedua sistem file tersebut  dapat digabungkan menjadi satu. Pengembangan sistem file tersebut dapat juga dilakukan melalui jaringan, yaitu dengan melekatkan sistem file komputer lokal dengan sistem file yang berada di komputer di jaringan. Melalui utilitas mount kedua sistem file tersebut  dapat digabungkan menjadi satu. Network File System (NFS) adalah salah suatu layanan (service) yang dapat memungkinkan suatu komputer untuk melakukan proses mount suatu direktori / peralatan pada komputer lain. Dengan menggunakan NFS, suatu komputer dapat berbagi file, data dan bahkan program antara sesama klien yang terhubung ke server utama. NFS juga memungkinkan suatu komputer untuk melakukan pengaktifan/penggunaan (mounting) peralatan pada komputer lain yang terhubung ke jaringan.
Saat ini terdapat 2 versi NFS yaitu NFS versi 2 (NFSv2) dan NFS versi 3 (NFSv3). NFSv2 lebih lama tetapi sudah didukung oleh berbagai macam mesin dan sistem operasi. Sedangkan NFSv3 lebih baru dan mempunyai beberapa fitur tambahan misalnya pesan kesalahan yang lebih baik, kemampuan untuk menangani file yang ukurannya bervariasi. Redhat Linux 9 secara default menggunakan NFSv3. NFSv2 menggunakan protokol UDP untuk melakukan koneksi antara server dan client, sedangkan NFSv3 menggunakan protokil UDP dan TCP sekaligus.

Monday, November 5, 2012

Simulasi pada Virtual BOx


Pada kali Ini kita akan membahas tentang cara menggunakan VirtualBox. VirtualBox adalah sebuah virtual machine (Lebih lengkap klik disini ). Sekarang kita masuk ke tutorialnya.
1. Pastikan komputer anda sudah terinstall VirtualBox. Jika belum, dapat didownload disini . Jika sudah, dapat langsung ke tahap ke 2.
2. Jalankan VirtualBox, klik ikon New di pojok kiri atas.
3. Akan ada tulisan Welcome to the New Virtual Machine Wizard!. Klik Next
4. Pada kotak Name Isikan nama virtual machine anda. Pada kotak OS Type Isikan Jenis dan Versi OS yang akan diinstall. Misalnya Operating System : Microsoft Windows, Version : Windows XP. Jika sudah, klik Next
5.  Atur memory yang akan digunakan untuk menjalankan virtual machine. Jangan terlalu kecil dan jangan terlalu besar. Mungkin bisa diatur 512 MB atau 384 MB atau terserah anda. Jika sudah, klik Next.
6. Centang Boot Hard Disk, lalu klik Create new hard disk. Jika sudah, klik Next.
7. Welcome To The Create New Virtual Disk Wizard : klik Next.
8. Pada kotak Storage Type pilih Dynamicaly Expanding Storageklik Next
9. Tentukan besar hard disk yang dibutuhkan. Misalnya 10 GB. Klik Next
10. Summary : klik Finish.
11. Summary : klik Finish lagi.
Hasilnya seperti dibawah ini.
12. Klik sekali pada virtual machine yang baru saja dibuat lalu klik Start.
13. Klik OK jika menemukan kotak dialog seperti dibawah.
14. Pada Welcome to the First Run Wizard! klik Tombol Next.
15. Klik yang dilingkari warna merah untuk memilih boot media pada pilihan select installation media pada kasus ini saya menggunakan media file iso image. Kalau ingin menginstall via cd tentukan drive CD di komputer anda pada bagian ini dan masukkan cd boot OS yang di miliki kedalam cd room real komputer, agar booting dan penginstallan OS di mesin virtual di lakukan via cd room.

16. Klik tombol Finish pada Summary, dan tunggu booting via iso atau cd room dilakukan oleh viartualbox anda.
17. Install OS anda seperti biasa.
18. Setalah installasi os anda selesai dan sebelum os di virtualbox di gunakan ubah bagian berikut bila menggunakan iso image, kalau menggunakan cd room cukup keluarkan cd dari cd room. Klik kanan nama hardisk virtual yang dibuat pada kasus ini saya sebut WindowsXPVirtual dan pilih settings -> klik menu system -> pilih tab Motherboard -> pada boot order geser tulisan Hard Disk ke atas atau hilangkan centang pada CD/DVD-ROM atau contoh gambar dibawah ini. Jika sudah, klik OK.
Selesai, virtual machine yang dibuat telah bisa digunakan. Anda dapat “mengutak-atik” virtual machine anda tanpa mengganggu komputer asli kita.

seetelah sudah silahkan lakukan setting untuk melakukan ftp atas virual os yang anda buat barusan.
untuk settingan ssh, ftp bisa klik link ini

terima kasih

Tuesday, October 9, 2012

DHCP Server

 Pendahuluan :
Alamat IP (IP Addres ssering disingkat IP) adalaH angka 32-bit yang menunjukkan alamat darI sebuah komputer pada jaringan berbasis TCP/IP. Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima.

 Pengalamatan IP address
►IP Statis
    Konfigurasi IP secara Manual
►IP dinamis
    Konfigurasi IP Oleh Computer Server melalui Jaringan Computer
  
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

►Merupakan protokol yang dipakai untuk pengalokasian alamat IP
    (IP address) dalam satu jaringan.
    Jika Non DHCP, pemberian alamat IP manual satu persatu ke sel.
    Komputer
    Jika menggunakan DHCP, seluruh komputer yang tersambung di
    jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server
    DHCP.
    Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan
    oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Monday, October 8, 2012

SSH, SFTP, dan SCP

SSH, SFTP, dan SCP


TUJUAN PEMBELAJARAN
1.            Mahasiswa dapat memahami penggunaan service secure shell, secure copy dan secure ftp pada sistem operasi unix/linux.
2.            Mahasiswa mampu melakukan instalasi dan konfigurasi  ssh untuk meningkatkan keamanan data.
3.            Mahasiswa memahami kelebihan penggunaan secure shell dibanding service telnet, ftp dan perintah remote lainnya.

Dasar Teori

Secure Shell, Secure Copy & Secure FTP

Secure Shell (ssh) adalah suatu protokol yang memfasilitasi sistem komunikasi yang aman diantara dua sistem yang menggunakan arsitektur client/server, serta memungkinkan seorang user untuk login ke server secara remote. Berbeda dengan telnet dan ftp yang menggunakan plain text, SSH meng-enkripsi data selama proses komunikasi sehingga menyulitkan penyusup/intruder yang mencoba mendapatkan password yang tidak dienkripsi. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Bentuk akses remote yang bisa diperoleh adalah akses pada mode teks maupun mode grafis/X apabila konfigurasinya mengijinkan.
SSH dirancang untuk menggantikan service-service di sistem unix/linux yang menggunakan sistem plain-text seperti telnet, ftp, rlogin, rsh, rcp, dll). Untuk menggantikan fungsi ftp dapat digunakan sftp (secure ftp), sedangkan untuk menggantikan rcp (remote copy) dapat digunakan scp (secure copy).
Dengan SSH, semua percakapan antara server dan klien di-enkripsi. Artinya, apabila percakapan tersebut disadap, penyadap tidak mungkin memahami isinya. Bayangkan seandainya Anda sedang melakukan maintenance server dari jauh, tentunya dengan account yang punya hak khusus, tanpa setahu Anda, account dan password tersebut disadap orang lain, kemudian server Anda dirusak setelahnya.
Implementasi SSH yang banyak dipakai saat ini adalah OpenSSH, aplikasi ini telah dimasukkan kedalam berbagai macam distribusi linux.  Redhat Linux versi 9 sudah menyediakan program tersebut dalam format RPM.

Thursday, September 27, 2012

Telnet dan FTP


FTP menggunakan protokol transport TCP untuk mengirimkan file. TCP dipakai
sebagai protokol transport karena protokol ini memberikan garansi pengiriman
dengan FTP yang dapat memungkinkan user mengakses file dan direktory secara
interaktif, diantaranya :
· Melihat daftar file pada direktory remote dan lokal.
· Menganti nama dan menghapus file
· Transfer file dari host remote ke lokal (download)
· Transfer file dari host lokal ke remote (upload)
Pada gambar dibawah menunjukkan mekanisme transfer file dari host lokal ke
remote, proses transfer file seperti ditunjukkan dengan tanda panah pada gambar
tersebut. Tahapan FTP dimulai dari client memasuki jaringan TCP/IP, komputer
remote yang akan dituju disebut host FTP, dan host FTP ini harus memiliki
software FTP server yang telah diinstall agar dapat berinteraksi dengan sistem
file pada host. Untuk memulai melakukan FTP, maka berikan perintah seperti

Thursday, September 20, 2012

NETWORK TOOLS


NETWORK TOOLS


TUJUAN PEMBELAJARAN:
1.        Mahasiswa mampu menggunakan tools jaringan yang ada.
2.        Mahasiswa memahami perintah – perintah dasar konfigurasi jaringan
3.        Mahasiswa memahami konsep layering

DASAR TEORI

Dalam melakukan tugas-tugas administrasi sistem, administrator sistem mau tidak mau akan banyak berhubungan dengan tools – tools pendukung. Tanpa bantuan tool ini pekerjaan administrasi akan sulit dijalankan.

Wednesday, June 6, 2012

RIP

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

Friday, May 25, 2012

Tutorial Cara install ulang windows XP


1. ) Nyalakan pc anda lalu masukan driver/cd Windows anda, kemudian restart pc anda.

2. ) Kemudian setelah pc hidup tekan tombol Delete pada keybord agar anda dapat masuk di BIOS (Basic Input Output System) komputer. Pada beberapa jenis Mainboard harus menekan tombol F2 pada keyboard. anda dapat melihatnya pada perintah Press DEL to run Setup.

3. ) Setelah anda masuk ke dalam bios, pilih Boot pada menu dan pilih item Boot device priority

4. ) Setelah itu anda rubah [CDROM] pada posisi 1st Boot Device untuk boot melalui CDROM dengan menggunakan tombol +- di keyboard.Lalu tekan F10 untuk menyimpan konfigurasi anda.

Wednesday, May 9, 2012

Basic Static Route

Basic Static Route

A. Pengertian Static Route
static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain dynamic routing adalah suatu mekanisme routing dimana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic.

Dalam skala jaringan yang kecil yang mungkin terdiri dari dua atau tiga router saja, pemakaian static route lebih umum dipakai. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah di configure secara manual dan dimaintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya.

Thursday, April 26, 2012

Routing


Dynamic Routing



Dynamic Routing Protocol adalah Routing protokol yang memungkinkan network admin untuk mensetup jaringan tanpa harus mengupdate konten dari routing table secara manual bila terjadi perubahan. Berbeda dengan static routing yang mengharuskan admin untuk merubah route atau memasukkan command secara manual di router tiap kali terjadi perubahan jalur. Dynamic routing protocol mengkalkulasi metic yang terdapat pada satu atau lebih jalur secara automatis dengan algoritma yang dimilikinya

Saturday, April 21, 2012

Tutorial PBO


Tutorial PBO
A.      Membuat database.
Cara-caranya :
1.       Buka aplikasi Access nya, ->klik all program->program file. Tampilan awal Access :
Klik disini untuk membuat database baru
 

2.       Setelah Create a new file, maka klik Blank Database, seperti gambar di bawah ini:
Klik disini
 

3.       Maka akan tampil sebuah kotak dialog untuk penyimpanan database yang kita buat, tentukan nama data base nya, misal; dbmaha. Kemudian pilih lokasi tempat penyimpanan file database tersebut dan pilih create, misalnya di D:/latihan PBO/... seperti gambar di bawah:
Klik disini
 

Pada Create table in Design view, klik kanan untuk membuat table nya, Pilih Design View. Seperti tampilan berikut :
 
Maka akan tampil layar seperti berikut,
4.       Maka akan tampil layar seperti di bawah ini :
5.       Langkah berikut nya adalah membuat fild name dari data base nya dan menentukan tipe data dari fild namenya, dalam kasus ini kita akan membuat database mahasiswa, artinya kita memerlukan beberapa file tentang mahasiswa, seperti Nim, Nama, Alamat, dan Jurusan. Caranya, isi Fild Name yang ada pada Table Design View, dan sesuaikan tipe datanya sesuai kebutuhan, Hasilnya seperti gambar berikut :
Setelah Filenama ditentukan, maka berikutnya kita tentukan Primary Key dari Table yang kita buat, dalam kasus ini yang jadi primary key nya adalah nim, karena antara satu mahasiswa pasti memiliki Nim yang berbada. Cara nya seperti berikut :
 



Jika table tersebut telah diberi primary key, maka akan ada tanda kunci di bagian kiri file nime yang kita jadikan key, seperti berikut :
 
 

·         Letakkan kursor di file namenya yaitu “nim”,
 lalu klik kanan-> pilih Primari Key
 


·         Setelah selesai, maka simpan table tersebut dengan cara,
 Pilih File->Klik save atau dengan shortcut Ctrl+S.
Pada Table Name, berikan nama table. Dalam kasus ini saya berikan nama “Tmaha”, dan pilih OK.
Setelah di Simpan atau save, maka selesai pula design batabase kita yaitu database mahasiswa, berikut nya kita akan merancang program C++ Builder untuk mengolah database tersebut, namun sebelum itu, silahkan keluar dulu dari aplikasi access nya, atau pulih Close sampai Access nya tertutup.
 


B.      Merancang Program Pengolahan Database nya dengan Borland C++ Builder 6
Caranya :
1.       Pilih All Program->Program File-> Borland C++ Builder 6.
2.       Kemudian Tentukan Nama Form nya, yaitu Form1 diganti menjadi “Fmaha”,
Caranya klik selali Form1 dan cari di Object Inspektor komponen Name.
 Ganti Form1 dengan Fmaha, seperti barikut :
3.       Setelah selesai, Simpan Program dengan cara
 klik File ->Save All atau shortcut Shift+Ctrl+S, maka akan muncul kitak dialog untuk menentukan tempat penyimpanan, serta nama project yang akan kita berikan (sesuai keinginan). Pada kotak Save in : pilih folder tempat penyimpanan (dalam kasus ini adalah folder “ Latihan PBO”), dan pada kotak File name, ganti Unit1 dengan Umaha, kemudian pilih Save. Seperti gambar berikut :
Setelah di Save, maka akan muncul lagi kotak dialog, pilih saja Save (pada File Name, Anda boleh mengganti Project1 dengan nama yang Anda inginkan ).
 

4.       Langkah berikutnya adalah membuat DataModul untuk menghubungkan database dengan program, caranya : Pilih File pada taksbar menu, pilih New->DataModule :
Maka akan muncul Form Modul seperti gambar dibawah :

5.       Berikut nya kita akan memilih komponen-komponen yang kita butuhkan untuk menghubungkan data base dengan program, adapun komponen tersebut adalah ADO Connection, ADOTable, dan Data Saoure.
Caranya : Cari Komponen tersebut di Taksbar Icon, Pilih ADO dan ambil komponen ADO Connection, ADOTable dan letakkan pada DataModule1, kemudian untuk Data Saoure ada di komponen Data Access:
Hasilnya setelah mengambil Komponen-komponen ter sebut adalah :
ADOConnetion
 
ADOTable
 
Data Source
 

Settingan Untuk DataModule1 adalah :
·         Klik 2x  ADOConnetion, maka akan tampil kotak dioalog untuk mengkoneksikan database yang telah kita buat dengan program yang akan kita rancang, cara nya :
Pilih Build pada kotak dialog tersebut, kemudian pilih “Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;Data Source” è
DIsini
 
Klik Next è Lalu tentukan Database yang akan kita koneksikan, dengan cara mengklik Tombol select pada kota select         

Pada kotak dialog Select cari Database yang akan kita koneksikan yaitu “dbmaha” dan pilih Open. Setelah dipilih, klik “Test Connection” untuk menguji apakah koneksi berhasil atau tidak, jika berhasil maka akan tampil pesan seperti berikut :  Jika tidak ada pesan si samping, maka
Silahkan tentukan coneksi kembali. Kemudian jika sudah, pilih OK è OK.
·         Berikutnya klik sekali saja ADO Connection nya,
 pada Properties cari  “Login Prompt” ganti nilai True menjadi False.
·         Berikutnya klik sekali saja pada ADOTable1, di Properties, ganti Name menjadi tmaha è
Connection = “ADOConnection1”(pilih icon segitiga hitam pada kotak connection dan ubah menjadi ADOConnection1).
·         Setelah diconneksikan ke ADOConnection1, selanjutnya di Properties tentukan TableName =”Tmaha” (sesuaikan dengan isi tablenamenya), dan pada Active ubah menjadi True.
·         Berikutnya adalah Settingan untuk Data Source, yaitu :
klik sekali Data Source nya è di Properties : ganti Name dengan “dsmaha”, dan Data Set menjadi “tmaha”(Dataset disesuiakan dengan table kita).
6.       Setelah menyetting komponen DataModule1, berikutnya kita akan memperkenalkan Form DataModule1 dengan Fmaha (Agar bisa saling terhubung satu sama lain), caranya : klik sekali Fmaha dan Tekan Alt+F11. Pada Kotak dialog Use Unit, Blok semua dan pilih OK. Kemudian Klik lagi DataModule1 dan Tekan Alt+F11. Pada Kotak dialog Use Unit, Blok semua dan pilih OK.
7.       Setelah kita kenalkan, maka hal berikutnya kita akan men-design Fmaha nya.
Adapun komponen yang kita butuhkan adalah Edit, Label, Button dari komponen Standar dan Dbgrid dari komponen Data Access. Hasil Design nya adlah seperti gambar berikut :
Ganti variabel Button sesuai nama tombolnya, misalnya; Simpan menjadi “save” (untuk mempermudah dalam mengenali komponen” yang ada)
 
Ganti variabel dengan Ejurusan
 
Ganti variabel dengan Ealamat
 
Ganti variabel dengan Enama
 
Ganti variabel dengan Enim
 

a.       Cara mengganti variabel Edit Text adalah, klik sekali pada komponen Edit tersebut, misalnya Edit1 : di Properties pada Object Inspektor, ganti Name = ”Enim” dan hapus tulisan “Edit1” pata Text. Silahkan ulangi perintah diatas untuk mengatur variabel Edit lainya.
b.      Cara mengganti variabel Button adalah sama dengan cara mengganti variabel Edit, yaitu di Properties pada Object Inspektor.
c.       Untuk komponen DBGrid, klik sekali DBGrid nya, lalu pilih DataSourceè dan pilih DataModule1->dsmaha, di Properties pada Object Inspektor.
8.       Berikutnya setelah men-design Form, maka kita akan memberikan perintah-perintah pada Tombol-tombol yang telah kita sediakan. Berikut perintah yang akan kita sisipkan dalam program :
a.       Pada tombol save (jika diganti nama button), klik 2x dan isikan coding dibawah ini :
if (Trim(Enim->Text)==""){
ShowMessage("Nim nama masih kosong");
Enim->Clear();
Enim->SetFocus();
}
else if(DataModule1->tmaha->Locate("nim",Enim->Text,TLocateOptions()<
Tulisan nim harus sama dengan filename yang ada pada data base, begitu juga dengan tulisan yang ada pada nama,alamat dan jurusan.
 
        ShowMessage("nim sudah ada");
        Enim->Clear();
        Enim->SetFocus();
}
else{
     DataModule1->tmaha->Append();
     DataModule1->tmaha->FieldByName("nim")->AsString = Enim->Text;
     DataModule1->tmaha->FieldByName("nama")->AsString = Enama->Text;
     DataModule1->tmaha->FieldByName("alamat")->AsString = Ealamat->Text;
     DataModule1->tmaha->FieldByName("jurusan")->AsString = Ejurusan->Text;
     DataModule1->tmaha->Post();

     ShowMessage("data sudah tersimpan");
(a)     Perintah di samping berguna untuk menambahkan file ke dalam database 
 
     Enim->Clear();
     Enama->Clear();
     Ealamat->Clear();
     Ejurusan->Clear();
     Editnim->SetFocus();
     }
b.      Pada tombol Ubah klik 2x dan isikan coding dibawah ini :
DataModule1->tmaha->Edit();
DataModule1->tmaha->FieldByName("nama")->AsString = Enama->Text;
DataModule1->tmaha->FieldByName("alamat")->AsString = Ealamat->Text;
Klik disini
 
DataModule1->tmaha->FieldByName("jurusan")->AsString = Ejurusan->Text;
(b) Perintah di atas berguna untuk mengubah yang telah ada dalam database
 
DataModule1->tmaha->Post();


 



c.       Pada Enim (Edit->Text), klik 2x dan isikan coding dibawah ini :
 

DataModule1->tmaha->Filtered = False;
DataModule1->tmaha->Filter = "nim like '%" + Enim->Text + "%'";
  if ( Enim->Text !=""){
(c) Berfungsi untuk mencari data dari database.
 
    DataModule1->tmaha->Filtered = True;
Enama->Text = DataModule1->tmaha->FieldByName("nama")->AsString ;
Ealamat->Text= DataModule1->tmaha->FieldByName("alamat")->AsString ;
Ejurusan->Text= DataModule1->tmaha->FieldByName("jurusan")->AsString ;
  }

d.      Pada tombol Hapus, klik 2x dan isikan coding dibawah ini :
DataModule1->tmaha->Delete(); è berfungsi untuk menghapus database.
e.      Pada tombol Bersih, klik 2x dan isikan coding dibawah ini :
(e) Untuk membersihkan Text yang ada pada Enim,Enama,Ealamat. Dan Ejurusan. Serta meletakkan kursor di Enim Text.
 
Enim->Clear();
Enama->Clear();
Ealamat->Clear();
Ejurusan->Clear();
Enim->SetFocus();

f.        Pada tombol Keluar, klik 2x dan isikan coding dibawah ini :
Application->Terminate(); è untuk keluar dari program.
g.       Pada tombol Cetak, klik 2x dan isikan coding dibawah ini :
CrystalReport1->ReportFileName = ExtractFileDir(ParamStr(0)) + "/lap-mhs.rpt";
CrystalReport1->DiscardSavedData= True;
(g) disesuaikan dengan file rpt(laporan) yang kita buat.
 
CrystalReport1->WindowState=crptMaximized;
CrystalReport1->Action = 1;
CrystalReport1->PageZoom(300);
CrystalReport1->PrinterSelect();

9.      



Sebelum kita mengisi koding(perintah) pda tombol cetak, kita harus membuat file laporan nya terlebih dahulu. Setelah file laporan di buat maka tambahkan komponen “CrystalReport” pada Fmaha,

 yang mana komponen itu ada di Activex. Jika tidak ada maka instal terlebih dahulu componennya melalui ComponnenèInport Activex Control.